Feri Peselingkuh berdarah dingin :: Berani selingkuh di depan Buliknya

Ini dia Feri, 27 (bukan nama sebenarnya), benar-benar peselingkuh berdarah dingin. Bayangkan, di depan bulik dari istrinya, masih jalan terus juga. Ketika ditakut-takuti mau dilaporkan polisi, eh malah menantang. Walhasil Bulik Marinah, 48 (bukan nama sebenarnya), pun jadi tega, sehingga Feri yang guru SD itu digerebek hamba wet bersama rekanan mesumnya.

Tindak selingkuh adalah pengkhianatan perkawinan, makanya dilarang agama dan negara. Tapi karena asmara di bawah tanah itu konon mengasyikkan, banyak pelaku yang tak kenal jera. Sanksi hukum dan agama, tak digubris. Mereka mencari pembenaran, asalkan takl ketahuan ya nggak apa-apa. Bukankah selingkuh itu kan kepanjangan: selingan indah keluarga (tetap) utuh?

Itu kan teorinya kaum praktisi selingkuh. Bagi pihak wanita yang dikhianati cintanya, termasuk kerabat dekatnya, musti sakit hati demi memergoki lelaki mbagusi macam Feri dari Probolinggo (Jatim) ini. Karena dingatkan malah makin nekad, maka benar-benar ponakan yang tengah penak-penakan itu dilaporkan Ny. Marinah ke polisi Polsek Kademangan. “Kapokmu kapan (tahu rasa),” kata perempuan setengah baya itu menyaksikan suami daripada ponakannya, Indah, 24 (bukan nama sebenarnya), digelandang polisi.

Keluarga Feri – Indah dibangun baru 2 tahun lalu. Tapi sependek itu usia perkawinan mereka, pihak lelaki sudah dilanda kejenuhan. Padahal sebenarnya istri Feri juga cukup cantik, tapi karena sifat lelaki itu pembosan, Feri bosan setiap hari dikasih rawon melulu. Ibarat menu makanan, maunya Feri berganti-ganti, gitu. Hari ini rawon, besok lodeh, besuknya lagi opor ayam, begitu terus yang penting empat sehat lima sempurna.

Anak muda dari Kademangan ini pekerjaan sehari-harinya menjadi guru SD, sebuah profesi yang sangat dihormati, lebih dari presiden. Bagaimana tidak? Untuk menjadi guru SD, kini minimal berijasah S1, meski hanya mengatur 40 anak dalam kelas. Sedangkan presiden yang harus mengatur 237 juta rakyat Indonesia, malah cukup berijasah SMA juga nggak apa-apa. Hebat kan? Dan terbukti kan? Kita pernah punya presiden lholhak-lholhok gara-gara hanya lulusan SMA.

Harusnya, dengan profesi itu Feri bisa bertindak terukur, karena dia jadi sorotan masyarakat sekitar. Yang terjadi malah sebaliknya. Ketika ada cewek kenalan baru yang lebih muda nan renyah, Hesti, 18, serta merta dipacari. Dia lupa bahwa di rumah sudah ada istri, Feri juga tak peduli bahwa perbuatan itu bakal merusak citra dirinya sebagai seorang pendidik. “Ah, asal nggak ketahuan nggak apa-apa,” begitu tekadnya.

Asmara bawah tanah antara Feri dengan Hesti terus berlanjut. Di sebuah rumah kost Jalan Abdurahman Wahid, siang-siang dia nekad bermesraan bak suami istri saja. Warga yang tahu siapa lelaki itu, kemudian menghubungi Ny. Marinah yang kebetulan bulik daripada istri Feri. Maksudnya, biar pak guru ini malu. Ternyata justru kebalikannya. Saat Ny. Marinah datang, mereka malah berkunci kamar. Ketika diancam mau dipanggilkan polisi, Feri malah menantang, panggilkan saja, siapa takut?

Ya sudah, Ny. Marinah benar-benar menghubungi polisi Polsek Kademangan. Allaaaa…, katanya nggak takut. Padahal ketika polisi tiba dan mengeler (menyeret) mereka ke Polsek, Feri tampak lunglai dan berkeringat dingin. Menyaksikan suaminya kepergok selingkuh dengan wanita lain, Ny. Indah pun menjerit histeris. “Penjarakan saja Pak suamiku, biar kapok dia….,” ratap Indah karena tak tahan lihat kelakuan suami.

Untuk cerai, kira-kira ada wacana nggak?

Sumber poskota.co.id (HS/Gunarso TS)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: